Bupati Adipati Tandatangani MoU Program Pembinaan Petani Kopi Dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri

authorAdministrator date13 Januari 2022 comments45 Dilihat

Pemerintah Kabupaten Way Kanan menjalin Kerjasama dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri dalam Program Kegiatan Pembinaan Petani Kopi Dalam Rangka Peningkatan Produksi Kopi Berkelanjutan/Lestari yang ditandai dengan Penandatanagan Naskah Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri yang dihadiri oleh Bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya S.H., M.M., General Manajer, Handi Kurniawan pada Kamis (13/01/2022) di Gedung Serba Guna Pemkab setempat.

          Pada kesempatan ini sambutan Kepala Dinas Perkebunan Way Kanan Arifin, S. Sos., M.M Penandatanganan Naskah Kesepahaman bertujuan yaitu  untuk melaksanakan kerjasama secara terpadu, sinergis, dan berkesinambungan bidang perkebunan dan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani kopi, pengamatan praktek pertanian berkelanjutan dan pengolahan pasca panen kopi yang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan petani yang tergabung dalam program 4 C (Common Code Coffee Community) melalui pelatihan peningkatan kapasitas kelompok tani dan pembinaan secara personal.

          4C (Common Code Coffee Community) tersebut merupakan standar yang dibuat atas kontribusi dari perwakilan perusahaan eksportir petani dan stakeholder terkait untuk sektor kopi untuk meningkatkan produktivitas efisiensi dan akses pasar dan perlindungan terhadap sumber daya alam. Sasaran program ini yaitu 61 kelompok tani yang terdiri dari 1.469 petani kopi mandiri pada 10 kampung di kecamatan Rebang tangkas”. ujar Kadisbun Arifin.

          Selanjutnya, dalam sambutannya, Bupati Adipati mengatakan bahwa Kabupaten Way Kanan merupakan Daerah Agraris, dimana mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani, maka dari itu sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kabupaten Way Kanan karena mempunyai peranan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan dukungan potensi SDA yang memadai maka hampir 80% penduduk Way Kanan bermata pencaharian di sektor pertanian, peternkan, perkebunan dan perikanan. Dimana dari berbagai sektor tersebut sektor perkebunan menjadi andalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Kabupaten Way Kanan dengan potensi luas lahan perkebunan 96,406 ha.

          “Pada Subsektor perkebunan di Kabupaten Way Kanan memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Daerah, yang dapat dilihat dari kontribusi subsector perkebunan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Way Kanan pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sebesar 36,37%. Dan salah satu komoditas unggulan perkebunan adalah kopi, namun secara umum peran kopi sebagai pendapatan petani belum menggembirakan, karena harga kopi ditingkat petani selalu pada kondisi sub-optimal dan tidak menguntungkan bagi petani maupun industri olahan kopi”, ujar Bupati Adipati.

          Dijelaskan pula bahwa rendahnya kemampuan petani kopi dalam penerapan teknologi usaha tani menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas yang berdampak pada pendapatan yang diterima petani relative rendah dan fluktuatif. Yang pada umumnya budidaya tanaman kopi dilakukan secara tradisional sehingga produktivitasa yang dicapai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai sekitar 50% dari potensi maksimal. Dengan telah terjadinya pergeseran permintaan dari konsumen kopi terhadap mutu dan cita rasa kopi yang lebih baik, dengan adanya jaminan mutu yang pasti, ketersediaan dalam jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu, serta berkelanjutan juga merupakan beberapa syarat yang dibutuhkan agar biji kopi dari Kabupaten Way Kanan dapat dipasarkan pada tingkat harga yang lebih menguntungkan.

          “Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang praktik budidaya kopi berkelanjutan dan praktik manajemen penanganan pasca panen yang baik, serta meningkatkan produktivitas kopi berkelanjutan di Kabupaten Way Kanan, kami berharap dapat terjalin kerjasama dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri selaku Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan biji kopi, melalui program kegiatan pembinaan petani kopi dalam rangka peningkatan profuksi kopi berkelanjutan/lestari, dengan target capaian adalah 61 Kelompok Tani yang terdiri dari 1.469 petani kopi mandiri yang tersebar di Kecamatan Rabang Tangkas ini, dengan harapan melalui kegiatan ini dapat memperkuat manajemen petani dan kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program menuju pada produksi kopi yang berkelanjutan dan memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi kopi berkelanjutan”, lanjut Bupati peraih Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

          Pada acara yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Perkebunan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Hukum dan Bagian Kerjasama Setdakab, Pimpinan Kecamatan Rebang Tangkas, Ketua/anggota KTNA Kabupaten Way Kanan, Aparatur Kampung, Gapoktan, Kelompok Tani se-Kecamatan Rebang Tangkas dan Pimpinan UKM Kopi Tiuh, juga disampaikan bahwa terlaksananya program tersebut memerlukan kerjasama dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait, yang kiranya dapat membantu terlaksananya program di lapangan dan dapat saling berkoordinasi guna kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Saya ucapkan terima kasih kepada PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri atas program yang akan dilaksanakan dan harapan kami dapat mendorong petani dalam membangun kekuatan organisasi, menetapkan posisi tawar, meningkatkan kualitas produksi dan praktik kopi berkelanjutan, sehingga petani kopi di Kabupaten Way Kanan dapat berdaya secara ekonomi, sosial dan lingkungan”, tutup Bupati Adipati.

Tag :