Dinas Perkebunan Way Kanan Lakukan Rapat Bahas Renja dan Resntra 2022-2026

authorAdministrator date15 Maret 2021 comments92 Dilihat

Kepala Dinas Perkebunan Arifin, S,Sos. didampingi Kepala Bidang Bina Usaha Perkebunan, Rohim, SP., M.M. beserta Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Arip Rahman, S. Sos., M.M., Kasi Pembiayaan dan Kemitraan Usaha, Syamsuri, S. Sos., M.M., Kasi Kelembagaan dan Terapan Teknologi, Firmansyah, S.HI., Kasi Sarana Produksi Perkebunan, A. Yusuf Efendi, SP., dan Kepala Bidang Perencanaan dan Keuangan, Manis Roheni, S.E., M.M. Mengadakan Rapat Sehubungan dengan rencana evaluasi renja 2022 dan Renstra Dinas Perkebunan Way Kanan Tahun 2022-2026, di Ruang Sekretaris Dinas Perkebunan setempat, Senin (15/03/2021).

Hadir Pada kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Drs. Rusdi, MH, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan, Tonis SH, dan Sekretaris Dinas Porapr, M. Yazid

Dari informasi yang dihimpun Admin Dinas Perkebunan, pada rapat tersebut membahas "Bagaimana mengembangkan Perekonomian di Kabupaten"Drs. Rusdi, MH Menyampaikan beberapa poin yang diharapkan bahwa setiap PPTK harus memiliki kinerja, hal-hal yang memerlukan dana terkait mempunyai ide-ide maka disampaikan, memiliki usulan maupun ide-ide tentang inovasi berdasarkan program dan kegiatan yang mengacu pada Visi Misi Bupati Kabupaten Way Kanan untuk di sinkronkan sehingga setiap program dan rencana yang di laksanakan mampu mewujudkan Visi Misi Kabupaten Way Kanan serta Sumber Daya Intern yaitu D3 Pendamping kebermanfaatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat.

 

Lebih lanjut Sekretaris Porapar M. Yazidz menambahkan bahwa "Bupati Ingin penggunaan anggaran tetap sasaran serta berkonsultasi dengan Staff Ahli SDM. Diharapkan kegiatan yang mengacu pada UMKM (dalam Visi dan Misi Bupati) Dinas Perkebunan tentang pupuk organik, ada revitalisasi pada Kopi, Karet, dan Tebu.

Berkaitan dengan hal tersebut Kepala Dinas Perkebunan Arifin, S,Sos. menuturkan "Dinas Perkebunan sedang fokus dengan meningkatkan persentasi produktivitas perkebunan” Caranya bagaimana? Dengan melaksanakan pelatihan kelompok tani, yang memang sudah dilakukan secara rutin Walaupun dana SPPD (Surat Perintah Perjalan Dinas) tidak ada, Dinas Perkebunan tetap siap melakukan pelatihan ke kelompok tani. Selanjutnya untuk menuju Visi Bupati yang "meningkatkan , SDM dan ekonomi melalui UMKM (Usaha Mikro, Keci, Dan Menengah) maka dinas perkebunan nantinya akan melakukan pelatihan/sosialisasi pembuatan pupuk organik, diharapkan kedepannya para petani tidak tergantung kepada pupuk kimia, dan beralih menggunakan pupuk organik yang diproduksi oleh petani atau kelompok tani, sehingga dapat mengurangi biaya produksi.

Tag :